Archive for November, 2007

C’est la vie

Sunday, November 18th, 2007

In the past few weeks a lot of things are happening surround me…

Few couples are expecting their babies…
Two couples are celebrating their new born baby girl…
One couple had to stay for weeks in the hospital because their few-weeks-old son had to undergo surgery for hydrocephalus…
One couple were about to migrate to another country but they postponed the plan because his mother passed away…
Few couples are planning to get married…
One couple just got married…
One friend had a broken heart after a rejection…
One couple went to court to get divorce…
One friend almost finishes her PhD…
One friend just got accepted for a new PhD position…

Above all, there’s a friend whose father has been hospitalized for years for his stroke, his mom was diagnosed a cancer and the doctor said she has only a few weeks left, and his mother in law has been hospitalized due to neurology disorder. He, as the eldest son in the family, is responsible to take care of everything, but he keeps on smiling and laughing at work. Every morning he comes and gives his sweet greeting to me, "Hi good morning sunshine!" and all of us are amazed how he can handle such a situation with such a great sense of humor. I asked him, what’s his secret, and he simply said that, "This is life dear, when you learned that there’s nothing you can do to change it, then learn to live with it…"

I learn that there’s always a beginning and an end, some are good, some are bad,
we never know for sure what will happen in our future… Just keep on praying that may He take a good care of each of us, our beloved family and friends, amiin…

Seorang Tukang Kayu

Monday, November 12th, 2007

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja
terbaiknya. Ia lalu minta pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Pikirannya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
" Rumah ini adalah rumah kamu," kata sang pemilik perusahaan.
" Hadiah dari saya sebagai penghargaan atas pengabdian kamu selama ini."

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang aneh. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup, kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya, sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hidup adalah proyek yang kita kerjakan sendiri. Keberhasilan yang diraih, atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri jauh ke dalam diri kita masing-masing.Karena KITA-LAH YANG MENJALANI semua ini.Bukan orang lain.

" Seorang bijak pernah mengatakan demikian :
Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu.
Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu.
Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu.
Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu.
Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu.
Di atas semua itu, amatilah dirimu sendiri.
Hanya mereka yang mengenal dirinya-lah yang akan mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya."

***Thanks for Agus sandra for sharing this beautiful and inspiring story.

You Are Loved (Don’t Give Up)

Thursday, November 1st, 2007

A very nice song and touching video by Josh Groban
(click on the name to see the clip).

***
You Are Loved (Don’t Give Up)

Don’t give up
It’s just the weight of the world
When your heart’s heavy
I…I will lift it for you

Don’t give up
Because you want to be heard
If silence keeps you
I…I will break it for you

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don’t give up
Because you are loved

Don’t give up
It’s just the hurt that you hide
When you’re lost inside
I…I’ll be there to find you

Don’t give up
Because you want to burn bright
If darkness blinds you
I…I will shine to guide you

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don’t give up
Because you are loved
You are loved

Don’t give up
It’s just the weight of the world
You are loved

Don’t give up
Everyone needs to be heard
You are loved