Time flies… Rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki lagi di negeri kincir yang dingin dan berangin ini. Tanggal 1 Desember 2004 mendarat di Schiphol airport, memulai babak baru yang penuh petualangan dan tantangan…
Satu hal yang pasti, tahun 2005 tahun yang paling padat dg trip antar kota dan antar negara. Entah perjalanan dalam rangka kursus, networking, atau mengunjungi rekan-rekan lama dan baru. Perjalanan antar kota dalam Belanda tak terhitung, mulai Groningen, Enshede, Leiden, Den Haag apalagi Rotterdam, yang seperti Jakarta-Depok dengan kereta intercity. Dalam kurun 12 bulan tak kurang dari 15 kota di Eropa yang aku kunjungi…
Dimulai dari kunjungan bulan Maret ke Inggris menemui dr Muchtaruddin Mansyur, senior dari IKK yang baru saja menyelesaikan PhD di LMU. Aku diajak keliling York, Leeds, dan Bradford. Aku juga menyempatkan diri mengunjungi co-authorku, Dr Mark Niuewenhuijsen di Imperial College, London, sekalian lihat Buckingham Palace di pagi hari.
April, adikku Santhy datang berlibur dari Jakarta, kami berdua melanglang 5 hari ke Italy, dengan segala macam alat transportasi yang tersedia pesawat, boat, kereta, bus, dan tentu saja jalan kaki hehehe… Dimulai dari Venice dg Rialto bridge-nya, Bologna dengan kompleks universitas tertuanya, Florence dg Duomo dan Michelangelo-nya, Pisa dengan leaning towernya, dan Roma dg Coloseumnya. Dalam 2 minggu kami juga sempatkan mampir 3 hari di kota yang jadi inspirasi Dan Brown dan da Vinci Code-nya, Paris!
Agustus, aku mengantar Fatimah yang sedang dalam trip keliling Eropa untuk mengunjungi Belgium. Sebenarnya ini kunjungan kedua ke Belgium dengan tujuan yang sama: Brugge, Gent, dan Brussels plus pantai Knokke. Tapi nggak bosan karena 3 kota ini benar-benar cantik: Brugge dengan city centrumnya yang ibarat museum abad pertengahan, Gent kota pelajar dengan kanal-kanalnya, dan Brussels yang selintas mirip Paris dengan bangunan gaya Victorianya.
September, aku disponsori kantor untuk ikut European Respiratory Society Congress di negeri dongeng Hans Christian Andersen, Denmark. Bareng delegasi Indonesia dari Bandung kami berhasil pose dg the little mermaid, the landmark of Copenhagen.
Desember, penghujung tahun kututup dengan perjalanan ke negara tetangga yang sangat disegani Belanda: Jerman! Kerstmarkt atau pasar raya natal Jerman itu objek wisata yang paling terkenal di Eropa di akhir tahun. Tiba di HBF, stasiun kereta Koeln disambut kompleks Dom, katedral terbesar di Jerman yang dibangun di atas tanah 8.000 m2! Sehari kuhabiskan di kota Bonn, tempat komposer Beethoven, dan menyusuri sungai Rhine.
Alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk melihat belahan dunia lain, yang tak pernah terlintas dalam benakku saat lulus dari kedokteran hampir lima tahun yg lalu… Such a different life, different opportunities, meet different kind of people… I don’t know what will happen in 2006, less trip and more work I guess hehehe… One thing for sure, I realize that I miss my beautifull country, so many places I have to visit! So, Jakarta I’m coming in Feb! Hope to meet some of my old friends and colleagues there!